METODE KHUSUS DALAM PENGAJARAN MATEMATIKA (bag.1)

Metode Ceramah

Sudah lama saya tidak menulis diblog ini. Saya mohon maaf karena begitu padatnya kegiatan saya akhir-akhir ini. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang  metode dalam pengajaran matematika. Yang pertama akan saya coba bahas adalah metode ceramah. Metode ceramah merupakan suatu cara dalam penyampaian materi dan informasi secara lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar di suatu ruangan. Kegiatan berpusat kepada penceramah dan komunikasi terjadi satu arah. Dalam ceramahnya kemungkinan guru menyelipkan pertanyaan pertanyaan, akan tetapi kegiatan belajar siswa terutama mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok pokok penting, yang dikemukakan oleh guru; bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa.
Metode ceramah merupakan metode yang sering digunakan oleh pengajar bidang studi non-eksakta. Hal ini dikarenakan metode ini merupakan metode yang paling mudah untuk di gunakan. Kalau bahan pelajaran dikuasai guru dengan baik maka guru bisa menyampaikan materi dengan baik di depan kelas.

Dalam lingkungan pendidikan modern, ceramah sebagai metode mengajar telah menjadi salah satu persoalan yang cukup sering diperdebatkan. Sebagian orang menolak sama sekali dengan alasan bahwa cara ini dikenal sebagai metode mengajar yang kurang efisien dan bertentangan dengan cara manusia belajar. Sebaliknya, sebagian yang mempertahankan berdalih, bahwa ceramah lebih banyak dipakai sejak dulu dan dalam setiap pertemuan di kelas guru tidak mungkin meninggalkan ceramah walaupun hanya sekedar sebagai kata pengantar pelajaran atau merupakan uraian singkat di tengah pelajaran.
Kalau diteliti lebih lanjut, sebenarnya alasan-alasan tersebut di atas tidaklah sama sekali salah, tetapi juga tidak sama sekali benar. Hal yang sebenarnya adalah bahwa dalam situasi-situasi tertentu, metode ceramah merupakan metode yang paling baik, tetapi dalam situasi lain mungkin sangat tidak efisien. Guru yang bijaksana senantiasa menyadari kondisi-kondisi yang berhubungan situasi pengajaran yang dihadapinya, sehingga ia dapat menetapkan bilamanakah metode ceramah sewajamya digunakan, dan bilakah sebaiknya dipakai metode lain. Tidak jarang guru menunjukkan kelemahannya, karena ia hanya mengenal satu atau dua macam metode saja dan karenanya ia selalu saja menggunakan metode ceramah untuk segala macam situasi. Kelemahan ini juga merupakan salah satu sebab mengapa metode ceramab dikritik orang, dan sering dirangkaikan dengan sifat verbalistis (kata-kata tetapi tidak mengerti artinya).

Teknis

pelaksanaan

  1. Guru menyampaikan materi secara lisan di depan kelas dengan terlebih dahulu menguasai atau mempersiapkan materi tersebut,
  2. Siswa mendengarkaninformasi yang diberikan guru serta membuat catatan penting yang disampaikan;
  3. Penurunan rumus danpembuktian dalil dilakukan sendiri oleh guru;
  4. Contoh-contoh soaldiberikan dan dikerjakan sendiri oleh guru;
  5. Langkah-langkah guru dalam penyelesaian masalah diikuti dengan teliti oleh siswa;
  6. Guru menguasai arah pembicaraan seluruh kelas;

Kelebihan Metode Ceramah

Saat kelas sedang berdiskusi, sangatlah mungkin bahwa seorang siswa mengajukan pendapat yang berbeda dengan anggota kelompok yang lain, hal ini dapat mempengaruhi suasana dan diskusi jadi berkepanjangan bahkan sering menyimpang dari pokok bahasan. Tetapi pada metode ceramah hanya guru yang berbicara, maka ia dapat menentukan sendiri arah pembicaraan.

Organisasi kelas sederhana;

Dengan ceramah, persiapan satu-satunya bagi guru adalah buku catatannya. Pada seluruh jam pelajaran ia berbicara sambil berdiri atau kadang-kadang duduk. Cara ini paling sederhana dalam hal pengaturan kelas, jika dibandingkan dengan metode demonstrasi dimana guru harus mengatur alat-alat. Atau dibandingkan dengan kerja kelompok, dimana guru harus membagi kelas ke dalam beberapa kelompok, ia harus merubah posisi kelas.
Dapat menampung kelas besar
Tiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan dan karenanya biaya yang diperlukan menjadi relatif lebih murah
  1. Konsep yang disajikan

    secara hirarki akan memberikan tekanan terhadap hal-hal yang penting, hingga

    waktu dan energy dapat digunakan sebaik mungkin

  2. Guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting, hingga waktu dan energy dapat digunakan sebaik mungkin
  3. Isi silabus dapat diselesaikan dengan lebih mudah karena guru tidak harus menyesuaikan dengan kecepatan belajar siswa
  4. Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran tidak menghambat dilaksanakannya pelajaran dengan ceramah

Kelemahan Metode

Ceramah

Adapun kelemahan dalam penggunaan metode ceramah ini, sbb:
Guru tidak dapat mengetahui sampai dimana siswa telah mengerti pembicaraannya;
Kadang-kadang guru beranggapan bahwa kalau para siswa duduk diam mendengarkan atau sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, berarti mereka telah mengerti apa yang diterangkan guru. Padahal anggapan tersebut sering salah, walaupun siswa memperlihatkan reaksi seolah-olah mengerti, akan tetapi guru tidak mengetahui sejauh mana penguasaan siswa terhadap pelajaran itu. Oleh karena itu segera setelah ia berceramah, harus diadakan evaluasi, misalnya dengan tanya jawab atau tes.
Kata-kata yang diucapkan guru, ditafsirkan lain oleh siswa. Dapat terjadi bahwa siswa memberikan pengertian yang berlainan dengan apa yang dimaksud oleh guru. Kiranya perlu disadari bahwa tidak ada arti yang

mutlak untuk setiap kata tertentu. Kata-kata yang diucapkan hanyalah bunyi yang disetujui penggunaannya dalam suatu masyarakat untuk mewakili suatu pengertian.

Misalnya: kata modul, bagi siswa SLTP Terbuka dan mahaiswa UT diartikan sebagai salah satu bentuk bahan belajar yang berwujud buku materi pokok. Sedangkan bagi para astronout, modul diartikan sebagai salah satu komponen dari pesawat luar angkasa. Itulah sebabnya maka setiap anak harus membentuk perbendaharaan bahasanya berdasarkan pengalaman hidupnya sehari-hari. Selama ada persamaan pendapat antara pembicara dengan pendengar, maksud pembicaraan akan dimengerti oleh pendengar. Kalau guru menggunakan kata-kata abstrak seperti “keadilan”, “kepribadian”, “kesusilaan”, mungkin bagi setiap siswa tidak sama pengertiannya, atau sangat kabur mengartikan kata-kata itu. Lebih-lebih lagi bila kata-kata itu dirangkaikan dalam kalimat, akan semakin banyak kemungkinan salah tafsir dari pembicaraan guru. Itulah sebabnya mengapa sering terjadi siswa sama sekali tidak memperoleh pengertian apapun dari pembicaraan guru. Oleh karena itu bila guru ingin menjelaskan sesuatu yang kiranya masih asing bagi siswa, guru dapat menyertakan peragaan dalam caramahnya. Peragaan tersebut dapat berbentuk benda yang sesungguhnya, model-model dari benda, menggambarkan dengan bagan atau diagram di papan tulis.
Pelajaran berjalan membosankan
Siswa-siswa menjadi pasif, karena tidak berkesempatan untuk menemukan sendiri konsep yang diajarkan. Siswa hanya aktif membuat catatan saja
  1. Kepadatan

    konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat siswa tidak mampu menguasai bahan

    yang diajarkan

  2. Pengetahuan

    yang diperoleh melalui ceramah lebih cepat terlupakan

  3. Ceramah

    menyebabkan belajar siswa menjadi “belajar menghafal” (rote learning) yang

    tidak mengakibatkan timbulnya pengertian

Metode

Ceramah perlu dipakai, jika:

  • Bertujuan untuk memberikan informasi
  • Materi yang disajikan belum ada dalam sumber-sumber lain
  • Materi sajian telah disesuaikan dengan kemampuan kelompok yang akan menerimanya
  • Materi menarik atau dibuat menarik
  • Setelah ceramah selesai diadakan cara lain untuk pengendapan agar lebih lama diinga

Metode

ceramah tidak dipakai, jika:

  • Tujuan instruksionalnya bukan hanya memberikan informasi, tetapi misalnya agar siswa kreatif, terampil, atau menyangkut aspek kognitif yang lebih tinggi
  • Diperlukan ingatan yang lebih lama
  • Diperlukan partisi aktif dari siswa untuk mencapai tujuan instruksional
  • Kemampuan kelas rendah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s