Mana Yang Ditetapkan Lebih Dulu: Media, Kegiatan Belajar, Atau Bentuk Belajar-mengajar?

Tidak ada preskripsi baku mengenai mana dari ketiga komponen strategi penyampaian ini yang harus ditetapkan lebih dulu. Apakah Media? Atau, kegiatan belajar siswa? Atau bentuk belajar-mengajar. Pemilihan pada salah satu dari ketiga komponen ini tidak bisa berdiri sendiri. Ketiganya harus dipertimbangkan secara serentak, dan titik awalnya dapat dimulai dari salah satu komponen.
Bila pemilihan dimulai dari media pembelajaran, maka bentuk belajar mengajar harus disesuaikan dengan media yang yang telah ditetapkan, dan akhirnya kegiatan belajar siswapun harus dijabarkan dari kedua komponen ini. Umpamanya, keputusan untuk menggunakan media film dalam menjelaskan prosedur pembangunan sebuah jalan raya, harus diikuti dengan pemilihan kelas besar, dan kegiatan belajar seperti mencatat tahapan prosedural yang dilewati, mengamati cara pengaspalan, dan seterusnya.
Bila diputuskan untuk memilih bentuk belajar-mengajar lebih dulu, maka kedua komponen lainnya harus menyesuaikan. Katakanlah, yang dipilih adalah belajar mandiri. Media yang sesuai dengan bentuk belajar jenis ini adalah bukuteks, laboratorium, komputer, serta media-media lain yang dapat digunakan secara perseorangan. Kegiatan belajar yang sejalan dengan ini, umpamanya, adalah membaca, penelitian kepustakaan, penelitian laboratorium, dan menulis laporan. Dengan cara yang sama, kegiatan belajar siswa juga dapat dijadikan titik awal pemilihan.
Bagaimanapun juga, untuk membentuk suatu kesatuan strategi penyampaian pembelajaran yang efektif, komponen apapun yang ditetapkan pertama kali harus berpijak pada tujuan khusus pembelajaran, karakteristik isi, karakteristik si-belajar, serta kendala yang secara nyata ada. Reigeluth (1983) dalam diagramnya mengenai klasifikasi variabel-variabel pembelajaran, secara konkrit menunjuk kepada karakteristik isi dan kendala sebagai variabel yang harus dijadikan pertimbangan utama dalam pemilihan strategi penyampaian pembelajaran. Ini tidak berarti bahwa variabel tujuan dan karakteristik si-belajar tidak berpengaruh. Diagram Reigeluth sekedar menunjuk-kan bahwa tujuan khusus lebih banyak mempengaruhi pemilihan strategi pengorganisasian, sedangkan karakteristik si-belajar pada pemilihan dan penetapan strategi pengelolaan pembelajaran.
Adalah tidak mungkin seorang perancang pembelajaran akan memilih suatu media yang tidak tersedia, atau memilih kelas besar padahal tidak ada ruangan yang dapat menampung jumlah siswa. Atau, menetapkan kegiatan penelitian laboratorium padahal laboratorium itu sendiri tidak ada. Jadi, kendala pembelajaran harus benar-benar diidentifikasi lebih dulu sebelum memilih suatu strategi pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s