cara menarik perhatian dari peserta didik.

Maaf kepada pengunjung karena baru bisa isi blog ini sekarang,karena kesibukan kampus dan mengurus side blog yang lain. Kemarin saya mendapat komentar dari saudara Adev yang ingin agar saya membahas tentang cara menarik perhatian dari peserta didik.

Saya akan mencoba membahasnya sedikit.

Awal pelajaran atau awal setiap penggal kegiatan dalam inti pelajaran guru harus melakukan kegiatan membuka pelajaran. Membuka pelajaran adalah salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang guru. Komponen ketrampilan itu adalah menarik perhatian, menimbulkan motivasi dan materi acuan.

Nah pertanyaannya bagaimanakah cara menarik perhatian siswa?
Yang harus diperhatikan seorang guru tersebut ada tiga hal.

Yang pertama Gaya Mengajar Guru 

Perhatian siswa dapat timbul dari apresiasi gaya mengajar guru seperti posisi guru dalam mengajar, atau guru melakukan kegiatan yang berbeda dari biasanya.

Yang kedua Penggunaan Alat Bantu Mengajar 

Penggunaan alat bantu mengajar yang biasa kita kenal dengan media sangatlah berpengaruh dalam menari perhatian perserta didik. Kita dapat mensiasati penggunakan media seperti : gambar, model, skema. Bisa juga menggunakan alat peraga baik itu flash (media flash yang saya maksud bisa seperti ini)  maupun media konvensional (biasanya terbuat dari bahan begas, ataubarang yang ada disekitar kita, ini dapat dibuat tergantung kreatifitas guru yang bersangkutan) disamping menarik perhatian memungkinkan  terjadinya kaiatan antara hal yang telah diketahui dengan hal yang dipelajari.

Yang ketiga Pola Interaksi Yang Bervariasi.

Jadi interaksi yang terjadi tidak hanya guru saja yang mendominasi, biarkan siswa itu berkembang ciptakan pola interaksi

 Seperti

guru-siswa, siswa-siswa, siswa-guru.

Nah selanjutnya apabila kita ingin menjadi guru yang disayangi dan dirindukan muri, setelah kita melakukan langkah diatas maka hal berikutnya yang mesti kita lakukan adalah menimbulkan motivasi.

Cara untuk menimbulkan motivasi

a.  Dengan Hangat dan Antusias

Hendaknya menciptakan suasana yang ramah, antusias, bersahabat dan sebagainya. Sebab dapat mendorong tingkah dan kesenangan dalam mengerjakan tugas sehingga motivasi siswa akan timbul.

b. Menimbulkan Rasa Ingin Tahu

Melontarkan ide yang bertentangan dengan mengerjakan masalah atau kondisi diri kenyataan sehari-hari

Contoh : Kalau transmigrasi dapat meningkatkan kemakmuran penduduk mengapa

banyak penduduk di pulau jawa tidak mau transmigrasi.

c.  Dengan Memperhatikan Minat Siswa.

Menyesuaikan topik pelajaran dengan minat siswa karena motivasi dan minat berpengaruh pada jenis kelamin, umur, sosial ekonomi dan sebagainya.

Selanjutnya yang harus kita lakukan adalah Memberi Acuan (Structuring)

Yaitu usaha untuk mengemukakan secara spesifik dan singkat serangkai alternatif yang memungkinkan siswa memperoleh gambaran yang jelas hal-hal yang harus dipelajari.

Untuk itu cara yang dilakukan adalah :

a.  Mengemukakan tujuan dan batas tugas hendaknya guru mengemukakan tujuan pelajaran terlebih dahulu batas tugas yang dikerjakan siswa.

Contoh sederhanannya seperti ini : Guru : hari ini kita belajar mengarang cerita perhatikan tiga buah gambar berikut lalu berdasarkan gambar itu tulis suatu cerita yang panjangnya lebih kurang 100 kata

 b. Menyarankan Langkah-Langkah Yang Dilakukan

Tujuannya adalah agar dalam pelajaran siswa akan terarah usahanya dalam mempelajari materi dan tugas jika guru memberi saran dan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan misalnya :

Guru : tugas kalian adalah membuktikan pada temperature berapa derajat celcius air mendidih langkah yang harus kalian kerjakan adalah :

  • Mengukur temperature yang belum dipanasi
  • Lalu nyalakan lampu spirtus ini dan panaskan air dalam gelas ini
  • Jika air sudah mendidih catatlah berapa suhunya sesuai dengan yang kelihatan pada temperatur.

 c.  Mengingatkan Masalah Pokok Yang Dibahas

Misalnya : Dengan mengingatkan siswa untuk menemukan hal-hal yang positif dari   sifat suatu konsep, tanda, media, hewan dan lain-lain.

Selain itu tunjukan juga hal negatif yang hilang atau kurang lengkap.

Contoh : Periksalah bahan-bahan ini dan tentukan mengapa beberapa batu dapat digolongkan dalam jenis batu yang mengandung biji besi dan yang lain tidak.

Untuk memancing pemikiran siswa kita dapat mengajukan pertanyaan

Pertanyaan diajukan sebelum memulai penjelasan akan mengarahkan siswa dalam mengantisipasi isi pelajaran yang akan dipelajari.

Contoh : Sebelum memutar film tentang siklus kehidupan nyamuk guru mengajukan pertanyaan untuk membantu siswa memahami siklus nyamuk yang digambarkan oleh film tersebut.

nah apabila guru menjelaskan tentang materi guru baru perlu menghubungkan dengan hal yang telah dibuat siswa atau pengalaman atau minat dan kebutuhanya untuk mempermudah pemahaman hal-hal yang telah dikenal, pengalaman, minat dan kebutuhan inilah yang disebut dengan pengait.

Contoh sederhana :

Usaha guru untuk membuat kaitan.

  1. Permulaan pelajaran guru meninjau kembali sejauh mana materi sebelumnya telah dipahami dengan mengajukan pertanyaan atau merupakan inti materi pelajaran terdahulu secara singkat.
  2. Cara membandingkan atau mempertentangkan dengan pengetahuan baru, hal ini dilakukan jika pengetahuan baru erat kaitanya dengan pengetahuan lama.

Contoh : Guru bertanya untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengurangan  sebelum mengerjakan pembagian. Cara menjelaskan konsepnya atau pengertian lebih dahulu sebelum mengerjakan bahan secara terperinci.

Menutup Pelajaran

Menjelang akhir pelajaran atau akhir setiap penggal kegiatan guru harus melakukan penutupan pelajaran agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok sebuah materi yang diajarkan.

Cara yang dapat dilakukan adalah :

Meninjau Kembali

Akhir kegiatan guru harus meninjau kembali apakah inti pelajaran yang diajarkan sudah dipahami oleh siswa, kegiatan ini meliputi

  • Merangkum inti pelajaran (berlangsung selama proses PBM).
  • Membuat ringkasan (dimaksudkan dengan adanya ringkasan siswa yang tidak memiliki buku atau yang terlambat bisa mempelajarinya kembali).

Mengevaluasi

Salah satu upaya untuk mengetahui apakah siswa sudah mendapatkan pemahaman yang utuh terhadap konsep yang dijelaskan adalah dengan evaluasi.

Bentuk-Bentuk Evaluasi Itu Meliputi

Mendemonstrasikan ketrampilan

Contoh : Setelah selesai mengarang puisi guru dapat meminta siswa untuk membacakan di depan kelas.

Mengaplikasikan ide baru pada situasi lain

Contoh : Guru merupakan persamaan kuadrat siswa disuruh menyelesaikan soal persamaan.

Mengekpresikan pendapat siswa sendiri

Guru dapat meminta komentar tentang keefektifan suatu demontrasi yang dilakukan guru atau siswa lain.Soal-soal tertulis

  • Uraian
  • Tes objektif
  • Melengkapi lembar kerja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s